Agustus 25, 2008

Sleep And Slimming

How many calories does an extra two hours of sleep save?
Almost 300, according to a study at Hendrix College in Conway, Arkansas.

Thirty-two students kept diaries of how much sleep thet got and which foods they ate over a three-week period.

The first week, students stuck to their normal eating and sleeping schedules
The second week, they were asked to sleep an extra two hours a day.
And, the third week, they went back to their normal routines.


Researchers found that the students who got an extra two hours of sleep during week two ate nearly 300 calories a day less than in week one.
When they returned to their normal sleep-deprived routines in week three, they ate more food.

A Needle In Time

Flu season is all year round in Asia, so it's good news that a new flu vaccine has hit the market. Fluarix provides protection against the three new strains of the bug identified by the World Health Organization (WHO) as being most likely to cause flu this year.

Dr.Wong Sin Yew, an infectious disease consultant in Singapore, says that very young children, the elderly, and the chronically ill are most at risk and should be vaccinated. "These groups are particularly vulnerable to the more serious complications of flu such as pneumaonia," he says.
It takes seven days to build up immunity after the injection, and protection lasts a maximum of 12 weeks.

However, people who've had an allergic reaction to past flu shots or have other related allergies should consult a doctor.

Alternative Remedy For The Blues

While prescription medication and psycotheraphy may be at the forefront of depression treatment, alternative theraphies and formulations may have their place in the treatment, too.

Dr. David Mischoulon, director of alternative remedy studies of the Depression Clinic and Research Program at the Massachusetts General Hospital, says research suggests that, taken under a doctor's supervision, so-called alternative remedies such as St. John's wort and omega-3 fatty acids may also help, particularly for milder forms of depression.

Mischoulon says if your sadness starts to interfere with work or relationships, however, your problem may be more serious. In this case, you should consult your health professional.

Agustus 23, 2008

Planet Mars Sulit Dukung Kehidupan

Peneliti planet Mars yang tergabung dalam misi wahana tak berawak, Phoenix Mars Lander, belum lama ini menemukan senyawa perklorat di tanah Planet Merah.

Ini menunjukkan bahwa Mars secara umum sulit mendukung kehidupan. Temuan ini tentu saja membuat para peneliti sedikit kecewa lantaran menganggap bahwa Mars mampu menopang kehidupan kini pupus. Perklorat, salah satu unsure yang terkandung dalam bahan bakar roket, itu terdeteksi saat Phoenix melakukan analisa kimia dengan instrument Electrochemistry and Conductivity Analyzer (MECA).

Di kawasan tersebut ditemukan sumber perklorat yang terbentuk secara alami dan dihuni oleh mikroba ekstrem yang menggunakannya sebagai sumber energy. Berdasarkan data badan pengendali lingkungan (EPA), perklorat bersifat racun yang dapat memengaruhi fungsi kelenjar thyroid dan mengganggu pertumbuhan bayi.

Temuan ini sekaligus menggugurkan analisis MECA pertma yang mengindikasikan adanya kemiripan antara tanah Mars dan tanah di bumi, termasuk pH yang menentukan kandungan mineral. “Analisis pertama menunjukkan tanah Mars mempunyai kesamaan dengan planet bumi. Analisis berikutnya menunjukkan adanya zat kimia di tanah Mars,”papar penyelidik utama Phoenix Peter Smith.

Hal sedikit berbeda disampaikan ilmuan dari Pusat Penelitian Ames milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) Richard Quinn. Dia mengungkapkan, meski mengandung perklorat, bukan berarti Mars sama sekali tidak dapat menopang kehidupan. “Kita tahu bahwa mikroba dapat hidup dengan baik dalam kondisi yang mudah terjadi oksidasi. Senyawa reaktif yang sangat mudah teroksidasi itu tidak selamanya membahayakan makhluk hidup,” kata dia.

Meski temuan perklorat cukup mengejutkan, para ilmuan tetap akan melanjutkan penelitian lebih lanjut terhadap kandungan planet Mars. Pada penelitian awal, ilmuan sempat menemukan jejak es. Ini menandakan bahwa planet berjarak 680 juta kilometer dari bumi itu memiliki kandungan mineral. Guna manjawab berbagai misteri yang belum terungkap, para ilmuan memperpanjang misi di Mars hingga 30 September mendatang.

Apalagi, semua instrument pendukung masih berfungsi dengan baik. Misi Phoenix sendiri sebelumnya hanya dicanangkan selama tiga bulan, yakni hingga akhir Agustus. Misi seharga USD 420 juta ini dikembangkan atas kerja sama NASA dan University of Arizona. Misi yang diluncurkan pada Agustus 2007 itu untuk menindaklanjuti wahana ruang angkasa Odyssey, yang pada 2002 merekam kemungkinan adanya kandungan es.

Agustus 22, 2008

Medicine From Milk: Gene Therapy Could Transform Goats Into Pharmaceutical Factories

University of Pennsylvania researchers have used gene therapy to reduce the time it takes to breed large animals capable of producing therapeutic proteins in their milk, such as insulin or those that fight cancer. This represents a significant milestone in drug development, as current methods involve cloning, which takes more time and generally costs more.

"Having an easier way to harness nature's power to produce large quantities of specific proteins in milk could increase the availability of drugs for people who could otherwise not afford these treatments," said Ina Dobrinski, one of the researchers on the study.

The study also is significant because it may also be a new way to eliminate diseases in future generations of animals, such as those used for livestock. Here's why: To get the goats to produce specific proteins, the researchers used radiation to kill a portion of a male goat's germ cells (the cells that produce sperm). Then they used a modified adeno-associated virus (a well studied and tolerated gene therapy vector) to insert a gene in the remaining cells. Once the new gene took hold in the germ cells, a predictable number of offspring carried the gene necessary to produce the desired protein in their milk.

The advance is immediately valuable for pharmaceutical development and biology research, but a similar approach could be used to bolster the food supply by eliminating genetic disorders in animals over several generations. It is also possible that once perfected, this technique could eliminate disease genes in humans over several generations, assuming ethical concerns can be resolved adequately.

This study is published in the February 2008 print edition of The FASEB Journal.

"For thousands of years, people have domesticated cows and goats to make milk, butter and cheese. And for thousands of years dairy products have been used as folk remedies for practically every human illness. Most have been completely ineffective." said Gerald Weissmann, MD, editor-in-chief of The FASEB Journal. "So it is reassuring that modern science would find a way to use the milk we drink to yield of drugs that actually work."

img: Researchers have used gene therapy to reduce the time it takes to breed goats capable of producing therapeutic proteins in their milk, such as insulin or those that fight cancer.

Buaya Pertama Mungkin Dari Afrika

Penemuan salah satu bagian dari keseluruhan kerangka yang diindikasikan sebagai fosil buaya purbakala semakin memperkuat hipotesa bahwa kelompok buaya yang pertama berasal dari Afrika sebelum bermigrasi ke Amerika Selatan dan menyebar ke seluruh perairan Amerika.

Buaya bermoncong lancip semakin diduga kuat sebagai predator yang juga hidup di lautan dunia sekitar 62 juta tahun yang lalu. Hal ini dikemukakan oleh para peneliti Brazil di Rio De Janeiro. Para ahli memberi nama "Guarinisuchus munizi" untuk spesies baru ini dan mengatakan bahwa penemuan tersebut memberikan gambaran baru dari sejarah evolusioner buaya modern.

Menurut Alexander Kellner dari Museum Nasional Universitas Rio De Janeiro, fosil yang meliputi tulang tengkorak, tulang rahang dan tulang belakang merupakan bentuk terlengkap dari marine corcodylomorphs yang ditemukan di Pernambuco, timur laut Brazil. Para ilmuwan telah menemukan sejumlah species purbakala buaya dalam beberapa tahun terakhir.

“Penemuan jenis buaya sepanjang 10 kaki ini merupakan penemuan yang jarang sekali ada sekaligus menyingkapkan lembaran teori baru,” ujar Kellner.

Penemuan ini juga menjelaskan bahwa marine corcodylomorphs telah menggantikan spesies kadal air pada awal zaman Paleocene sekitar 65 juta tahun yang lalu atau saat kadal air menemui kepunahan. Para ahli yakin keunikan dari buaya purbakala tersebut terletak pada perbedaan anatomi di tulang tengkoraknya.

Naga Laut

Jauh dari mitos naga atau legenda yang kerap kita baca sejak kecil. Naga laut yang berenang perlahan di dalam akuarium itu bertubuh mungil, langsing, panjang, dan tentu saja tidak menyemburkan api dari mulutnya.

Sepintas, bila melihat kepalanya, naga laut serupa dengan kuda laut (seahorse). Naga laut, bersama dengan seahorse, pipehorses, dan pipefish, berasal dari satu keluarga Syngnathidae. Nama Latin syngnathid merujuk pada bentuk rahang yang menyatu serupa pipa panjang. Walau satu keluarga, ciri khas naga laut yang membedakan dari anggota keluarga Syngnathidae lainnya adalah kaki-kakinya yang berbentuk rumbai-rumbai serupa daun.

Perbedaan lainnya adalah ekor naga laut yang tidak dapat di gulung seperti ekor kuda laut. Kaki-kaki serupa daun ini adalah alat kamuflase untuk pertahanan diri. Di habitat aslinya, naga laut hidup di antara rumput laut atau lamun, di antara batu-batu atau karang, di daerah lepas pantai. Pada kedalaman 3 hingga 50 meter, naga laut memakan plankton, larva ikan, atau udang kecil seperti crustaceans.

Naga laut terdiri atas dua jenis, yaitu Weedy (Phyllopteryx taeniolatus) dan Leafy (Phycodurus eques). Naga laut yang saat ini berada di Sea World adalah jenis Weedy. Sementara jenis Leafy rencananya akan didatangkan dalam waktu dekat. Di Sea World, naga laut itu disimpan dalam akuarium khusus bertemperatur 14-15 derajat Celsius agar serupa kondisi habitat aslinya. Panjang naga laut Weedy yang didatangkan dari Australia menggunakan pesawat itu sekitar 15-25 cm. Ia dapat tumbuh maksimal hingga 45 cm. Pada usia dewasanya, warnanya akan semakin indah, yaitu kemerahan dengan bintik-bintik kuning dengan strip garis-garis biru keunguan.

Bila rencana Sea World mendatangkan Leafy tak ada halangan, boleh jadi pengunjung akan makin takjub. Leafy berpenampilan tak kalah unik sebab rumbai-rumbainya lebih banyak.

Naga laut hanya hidup di perairan wilayah selatan Australia. Populasi Leafy lebih sedikit sehingga sejak tahun 1991 Departemen Perikanan Australia Barat menyatakan Leafy sebagai spesies yang dilindungi.

Jantan yang melahirkan

Salah satu keunikan dari naga laut, selain mitos mistis yang melekat padanya, adalah pola reproduksinya.

Naga laut jantan memegang peran pada proses hamil dan melahirkan. Pada saat musim kawin, naga laut betina meletakkan sekitar 100 hingga 300 telur kecil di rongga bawah perut pejantan. Pada kantong yang diproduksi naga laut jantan hanya pada musim kawin ini, telur-telur dibuahi.

Kantong darah naga laut jantan terdiri atas ratusan mangkuk kecil yang masing-masing menampung satu telur.

Setelah empat hingga enam minggu dari saat pembuahan, sang jantan lalu akan melahirkan bayi-bayi naga mungil.

Sand Dollar Larvae Use Cloning To 'Make Change,' Confound Predators

Nature is full of examples of creatures that try to look as big as possible in an effort to scare away potential predators. But to avoid being eaten alive the larvae of sand dollars appear to have a different strategy, in a way exchanging a dollar for a couple of dimes.

University of Washington biologists have found that 4-day-old sand dollar larvae created clones of themselves within 24 hours of being exposed to fish mucous, a cue that predators are near. In each case, the cloning process resulted in a small new larva and the original larva substantially smaller than it had been.

The larvae responded to the general threat of predation rather than the immediate possibility of predator attack, said Dawn Vaughn, a UW biology doctoral student at the University of Washington's Friday Harbor Laboratories. The process caused the original larvae to shrink from about 300 microns, or about a hundredth of an inch, to about half that size, and the new larvae were even smaller.

"We think that by reducing their size they also reduce their visibility to predators," said Vaughn, who is lead author of a paper describing the work in the March 14 edition of Science.

Larval cloning has been observed previously among echinoderms, which include about 7,000 species of sea creatures, including starfish, sea urchins and sand dollars. However, this is the first time cloning by larvae has been seen as a survival mechanism in the face of possible predation.

The larvae of the sand dollar species Dendraster excentricus float as part of the plankton at various levels in open water, feeding as they slowly grow. After six weeks, the larvae reach a size of perhaps a three-hundredths of an inch and then settle to the ocean floor to finish developing to adulthood.

But as they float, the larvae are neither fast nor agile and have a high mortality rate, easily devoured by fish. Vaughn exposed 4-day-old larvae to fish mucous to see how they might react to the threat of predation.

"We didn't know how they would respond, or even whether they would respond," she said.

Within 24 hours, the larvae developed clone buds that ultimately detached and formed new larvae that were much smaller than the original organism. The original larvae also were substantially reduced, to about half their original size.

Larvae that were not exposed to fish mucous did not clone themselves.

Vaughn suggests that cloning might be an adaptive response for the organism to try to ensure its survival in some form if a predator strikes. That is accomplished if only one of the two larvae that result from cloning survives.

"From their perspective, if both the original larva and the clone survive that's great -- then there are two of you," she said.

Vaughn noted that reduced size because of cloning could affect survival later in the sand dollar's life. In many species, greater size reduces the chances of predation, and sand dollars that have gone through the larval cloning process turn out to be smaller than non-clones when they settle to the sea floor. It is not yet clear whether that makes them more vulnerable to predators at that point, though she plans to examine that in the next stage of her research.

"At this point we would suggest that might be the trade off. But if they don't avoid predation in the first place they would never get to the sea floor," she said.

Richard Strathmann, a UW biology professor and Vaughn's doctoral adviser, is co-author of the paper. The work was funded by the National Science Foundation and Friday Harbor Laboratories.

Vaughn noted that the larval sand dollars' response did not appear to depend on the species of fish that generated the mucous. Instead, it appears the larvae reacted to the bacterial breakdown of the mucous, and interpreted that as the presence of a potential predator.

"They might respond to a fish species that would not eat them," she added.

Penyair dari Medan

Chairil Anwar dilahirkan di Medan, 26 Julai 1922. Dia dibesarkan dalam keluarga yang cukup berantakan. Kedua ibu bapanya bercerai, dan ayahnya berkahwin lagi. Selepas perceraian itu, saat habis SMA, Chairil mengikut ibunya ke Jakarta.

Semasa kecil di Medan, Chairil sangat rapat dengan neneknya. Keakraban ini begitu memberi kesan kepada hidup Chairil. Dalam hidupnya yang amat jarang berduka, salah satu kepedihan terhebat adalah saat neneknya meninggal dunia. Chairil melukiskan kedukaan itu dalam sajak yang luar biasa pedih:

Bukan kematian benar yang menusuk kalbu/ Keridlaanmu menerima segala tiba/ Tak kutahu setinggi itu atas debu/ Dan duka maha tuan bertahta

Sesudah nenek, ibu adalah wanita kedua yang paling Chairil puja. Dia bahkan terbiasa membilang nama ayahnya, Tulus, di depan sang Ibu, sebagai tanda menyebelahi nasib si ibu. Dan di depan ibunya, Chairil acapkali kehilangan sisinya yang liar. Beberapa puisi Chairil juga menunjukkan kecintaannya pada ibunya.

Sejak kecil, semangat Chairil terkenal kedegilannya. Seorang teman dekatnya Sjamsul Ridwan, pernah membuat suatu tulisan tentang kehidupan Chairil Anwar ketika semasa kecil. Menurut dia, salah satu sifat Chairil pada masa kanak-kanaknya ialah pantang dikalahkan, baik pantang kalah dalam suatu persaingan, maupun dalam mendapatkan keinginan hatinya. Keinginan dan hasrat untuk mendapatkan itulah yang menyebabkan jiwanya selalu meluap-luap, menyala-nyala, boleh dikatakan tidak pernah diam.

Rakannya, Jassin pun punya kenangan tentang ini. “Kami pernah bermain bulu tangkis bersama, dan dia kalah. Tapi dia tak mengakui kekalahannya, dan mengajak bertanding terus. Akhirnya saya kalah. Semua itu kerana kami bertanding di depan para gadis.”

Wanita adalah dunia Chairil sesudah buku. Tercatat nama Ida, Sri Ayati, Gadis Rasyid, Mirat, dan Roosmeini sebagai gadis yang dikejar-kejar Chairil. Dan semua nama gadis itu bahkan masuk ke dalam puisi-puisi Chairil. Namun, kepada gadis Karawang, Hapsah, Chairil telah menikahinya.

Pernikahan itu tak berumur panjang. Disebabkan kesulitan ekonomi, dan gaya hidup Chairil yang tak berubah, Hapsah meminta cerai. Saat anaknya berumur 7 bulan, Chairil pun menjadi duda.

Tak lama setelah itu, pukul 15.15 WIB, 28 April 1949, Chairil meninggal dunia. Ada beberapa versi tentang sakitnya. Tapi yang pasti, TBC kronis dan sipilis.

Umur Chairil memang pendek, 27 tahun. Tapi kependekan itu meninggalkan banyak hal bagi perkembangan kesusasteraan Indonesia. Malah dia menjadi contoh terbaik, untuk sikap yang tidak bersungguh-sungguh di dalam menggeluti kesenian. Sikap inilah yang membuat anaknya, Evawani Chairil Anwar, seorang notaris di Bekasi, harus meminta maaf, saat mengenang kematian ayahnya, di tahun 1999, “Saya minta maaf, karena kini saya hidup di suatu dunia yang bertentangan dengan dunia Chairil Anwar.”

Agustus 21, 2008

Makanan kesehatan

INGIN anak Anda cemerlang di sekolah? Cobalah untuk memperhatikan dengan jeli kebutuhan gizi dan nutrisi mereka setiap hari. Selain itu, ada baiknya pula memasukan 10 jenis makanan terbaik berikut ini. Makanan yang dijuluki "Brain Food" ini diyakini dapat merangsang pertumbuhan sel-sel otak, memperbaiki fungsinya, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi berpikir anak-anak.

1. Salmon
Ikan berlemak seperti salmon merupakan sumber terbaik asam lemak omega-3 - DHA and EPA - yang keduanya penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak. Riset terbaru juga menunjukkan bahwa orang yang memperoleh asupan asam lemak lebih banyak memiliki pikiran lebih tajam dan mencatat hasil memuaskan dalam uji kemampuan. Menurut para ahli walaupun tuna mengandung asam omega-3, namun ikan ini tidaklah sekaya salmon.
2. Telur
Telur dikenal sebagai sumber penting protein yang relatif murah dan harganya cukup terjangkau. Bagian kuning telur ternyata padat akan kandungan kolin, suatu zat yang dapat membantu perkembangan memori atau daya ingat.

3. Selai kacang
"Kacang tanah (peanut) dan selai kacang merupakan salah satu sumber vitamin E. Vitamin ini merupakan antioksidan yang dapat melindungi membran-membran sel saraf. Bersama thiamin, vitamin E membantu otak dan sistem saraf dalam penggunaan glukosa untuk kebutuhan energi.

4. Gandum murni
Otak membutuhkan suplai atau sediaan glukosa dari tubuh yang sifatnya konstan. Gandum murni memiliki kemampuan untuk mendukung kebutuhan tersebut. Serat yang terkandung dalam gandum murni dapat membantu mengatur pelepasan glukosa dalam tubuh. Gandum juga mengandung vitamin B yang berfungsi memelihara kesehatan sistem saraf.

5. Oat/Oatmeal
Oat merupakan salah satu jenis sereal paling populer di kalangan anak-anak dan kaya akan nutrisi penting bagi otak. Oat dapat menyediakan energi atau bahan bakar untuk otak yang sangat dibutuhkan anak-anak mengawali aktivitasnya di pagi hari. Kaya akan kandungan serat, oat akan menjaga otak anak terpenuhi kebutuhannya di sepanjang pagi. Oat juga merupakan sumber vitamin E, vitamin B, potassium dan seng -- yang membuat tubuh dan fungsi otak berfungsi pada kapasitas penuh.
6. Berry
Strawberry, cherry, blueberriy dan blackberry. Secara umum, semakin kuat warnanya, semakin banyak nutritisi yang di kandungnya. Berry mengandung antioksidan kadar tinggi, khususnya vitamin C, yang berfaedah mencegah kanker.

Beberapa riset menunjukkan mereka yang mendapatkan ekstrak blueberry dan strawberry mengalami perbaikian dalam fungsi daya ingatnya. Biji dari buah berri ini juga ternyata kaya akan asam lemak omega-3.

7. Kacang-kacangan
Kacang adalah makanan spesial sebab makanan ini memiliki energi yang berasal dari protein serta karbohidrat kompleks. Selain itu, kacang kaya akan kandungan serat, vitamin dan mineral. Kacang juga makanan yang baik untuk otak karena mereka dapat mempertahankan energi dan kemampuan berpikir anak-anak pada puncaknya di sore hari jika dikonsumsi saat makan siang.

Menurut hasil penelitian, kacang merah dan kacang pinto mengandung lebih banyak asal lemak omega 3 daripada jenis kacang lainnya -- khususnya ALA - jenis asal omega-3 yang penting bagi pertumbuhan dan fungsi otak .

8. Sayuran berwarna
Tomat, ubi jalar merah, labu, wortel, bayam adalah sayuran yang kaya nutrisi dan sumber antioksidan yang akan membuat sel-sel otak kuat dan sehat.

9. Susu dan Yogurt
Makanan yang berasal dari produk susu mengandung protein dan vitamin B tinggi. Dua jenis nutrisi ini penting bagi pertumbuhan jaringan otak, neurotransmitter dan enzim. Susu dan yogurt juga bisa membuat perut kenyang karena kandungan protein dan karbohidratnya sekaligus menjadi sumber energi bagi otak.

Penelitian terbaru mengindikasikan bahwa anak-anak dan remaja membutuhkan lebih banyak vitamin D bahkan 10 kali dari dosis yang direkomendasikan. Vitamin D adalah vitamin yang juga penting bagi sistem saraf otot dan siklus hidup sel-sel manusia secara keseluruhan.

10. Daging sapi tanpa lemak
Zat besi adalah jenis mineral esensial yang akan membantu anak-anak tetap berenergi dan berkonsentrasi di sekolag. Daging sapi tanpa lemak adalah salah atu sumber makanan yang mengandung banyak zat ebsi. Dengan hanya mengonsumsi 1 ons per hari, maka tubuh Anda akan terbantu dalam penyerapan zat besi darai sumrbe lainnya. Daging sapi juga mengandung mineral seng yang dapat membantu memelihara daya ingat .

Khsusus bagi yang vegetarian, Anda dapat memanfaatkan kacang hitam dan burger kedelai sebagai pilihan. Kacang-kacangan adalah adalah sumber penting zat besi nonheme -- tipe zat besi yang membutuhkan vitamin C untuk di serap oleh tubuh . Mengonsumsi tomat , jus jeruk, strawberry dan kacang-kacangan juga dapat dipilih sebagai upaya mencukupi kebutuhan zat besi.






Wanna try....???

Bentuk Air di Antariksa Bulat, Mengapa?

Salah satu sifat dasar air adalah selalu mengikuti bentuk wadahnya. Gaya gravitasi Bumi-lah yang membuatnya selalu menyesuaikan dengan bentuk ruangan di sekitarnya.

Namun, hukum fisika tersebut hanya berlaku di permukaan Bumi. Di antariksa, pengaruh gaya gravitasi memberikan efek berbeda terhadap air.

Seperti astronot, satelit, dan objek apapun, air juga melayang jika berada di orbit Bumi. Air, tidak akan mengikuti bentuk wadahnya dan akan selalu berbentuk bulat.
Mengapa demikian?

Benda-benda di sekitar Bumi tetap terpengaruh gaya gravitasi meskipun semakain kecil seiring jaraknya dengan Bumi. Jadi, istilah gravitasi nol sebenarnya kurang tepat.

Yang terjadi sebenarnya, objek-objek tersebut jatuh ke Bumi namun sedikit demi sedikit dengan sudut kemiringan sangat kecil. Keadaan ini membuatnya kelihatan melayang dan dirasakan sebagai kondisi tanpa bobot.

Cairan yang melayang di antariksa memperoleh tekanan yang relatif sama dari lingkungan sekitarnya. Hal tersebut menyebabkan tegangan di permukaan air sama rata dan ikatan antarmolekulnya membentuk lapisan terluar yang elastis. Ikatan antarmolekulnya merata sama kuat sehingga bentuk yang paling efektif adalah berupa bulatan.

Lantas, bagaimana cara minum di luar angkasa jika airnya melayang-layang?
Ya telan saja, karena gaya peristaltik tenggorokan dan lambung sanggup mengatasinya.

Burung Berdada Oranye Spesies Baru dari Gabon

Seekor burung yang memiliki warana dada oranye cerah yang hidup di pedalaman hutan Gabon, Afrika dipastikan sebagai spesies baru. Para ilmuwan telah memberinya nama Stiphrornis pyrrholaemus dan menyebutnya burung robin hutan berpunggung olive,abu-abu kehijauan.


Tes genetika memastikan burung yang memiliki panjang sekitar 12 centimeter dan berat 14 gram itu memiliki keunikan dibanding spesies burung sejenis. Tim peneliti dari Institut Smithsonian yang menemukan burung tersebut melaporkannya dalam jurnal Zootaxa terbaru.

"Saya mulai penasaran saat menemukannya untuk pertama kalinya di Gabon sejak tidak ada deskripsi spesies yang sesuai dalam panduan lapangan," ujar Brian Schmidt, ahli burung dari Museum Nasional Smithsonian seperti dilansir Reuters. Penampilan yang paling mencolok dan membedakannya dengan burung lainnya adalah titik berwarna putih di dekat kedua matanya.

Seperti dideskripsikan dalam jurnal ilmiah, burung yang berjenis kelamin jantan memiliki bulu kerongkongan dan dada berwarna oranye, perut kuning, punggung olive, dan kepala hitam. Sementara burung betina memiliki warna mirip namun sedikit lebih cerah.Meski penemuan spesies robin hutan berpunggun olive ini bukan tujuan utama proyek kami, hal tersebut sungguh pengingat bahwa dunia masih penuh kejutan," ujar Schmidt yang menemukannya secara tak sengaja.
img: Burung robin hutan spesies baru yang ditemukan Brian Schmidt di hutan Gabon.
source: kompas

Ikan mencegah penyakit Kanker

Mengonsumsi ikan ternyata tidak hanya akan membuat jantung sehat, tapi juga dijauhkan dari penyakit kanker. Seberapa banyak ikan perlu dikonsumsi? Bagaimana cara pengolahan yang terbaik agar manfaatnya optimal?

Tak berlebihan jika orang sekarang mengatakan makan ikan itu dirasa semakin perlu. Sebab, selain sebagai sumber makanan yang kaya protein dan bermanfaat untuk kebutuhan gizi manusia setiap hari, ikan memiliki zat-zat lain yang bisa mencegah penyakit yang masih sulit untuk diobati, yakni kanker. Selama ini dilaporkan bahwa makanan yang berperan dalam mencegah kanker adalah sayuran dan buah-buahan. Sementara kelompok ikan berperan dalam mencegah aterosklerosis dan penyakit jantung koroner.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi ikan ternyata juga berperan dalam mencegah munculnya beberapa jenis kanker. Hal itu antara lain tampak dalam hasil penelitian Esteve Fernandez et.al (1999) dari Institut Universetari de Salut Publica de Catalunya, L’Hospitalet (Barcelona), Catalonia di Spanyol (Italia).

Penelitian tersebut melibatkan sekitar 10.149 sampel penderita kanker dan sekitar 7.990 orang sebagai kelompok kontrol. Para sampel dan kontrol tersebut diambil dari berbagai penelitian case-control terpadu di berbagai rumah sakit di Italia.

Salah satu kunci pertanyaan kepada responden adalah tentang berapa porsi ikan yang dikonsumsi per minggu setahun yang lalu, sebelum kanker mereka mengganas. Selain itu, ditanyakan pula tentang aspek sosiodemografik, ciri-ciri umum, dan kebiasaan merokok, minum alkohol, dan kopi.

Responden kemudian dikelompokkan menjadi tiga, yaitu yang tidak mengonsumsi atau kurang dari satu porsi (<1 porsi/minggu), satu porsi, dan dua porsi atau lebih per minggu (e2 ).

Hasil Penelitian
Ada beberapa hasil yang menarik dari penelitian tersebut. Pertama, konsumsi ikan menunjukkan efek perlindungan terhadap beberapa jenis kanker saluran pencernaan seperti kanker rongga mulut, pharynx, kerongkongan, lambung, usus besar, bagian rektum, indung telur, dan kanker pankreas.

Kedua, terdapat hubungan yang terbalik secara signifikan antara banyaknya porsi ikan yang dikonsumsi per minggu, dengan kecenderungan munculnya kanker larynx, endometrial, kanker multiple myeloma.

Ketiga, ada kecenderungan yang tidak signifikan antara konsumsi ikan dengan kejadian kanker empedu, prostat, ginjal, dan kanker limfoma (Hodgkin dan Non-Hodgkin).

Keempat, tidak ada pola atau hubungan antara konsumsi ikan dengan kejadian kanker payudara, hati, kantung kemih, dan kanker kelenjar gondok.

Lebih Dua Porsi
Hasil penelitian Fernandez menunjukkan juga bahwa jumlah ikan yang dikonsumsi baru bermanfaat mencegah kanker adalah dua porsi atau lebih dalam seminggu.

Sementara itu, konsumsi ikan satu porsi per minggu efeknya hampir sama dengan tidak mengonsumsi ikan.

Hasil penelitian tersebut memberikan nilai tambah pada konsumsi ikan. Pertama, selain melindungi dari penyakit jantung dan pembuluh darah, konsumsi ikan juga akan mencegah munculnya beberapa jenis kanker, terutama yang menyerang saluran pencernaan. Kedua, orang yang sedikit atau jarang mengonsumsi ikan, berisiko tinggi menderita penyakit jantung, sekaligus juga kanker.

Efek perlindungan tersebut tentu saja berasal dari kandungan berbagai zat gizi yang terdapat dalam ikan. Antara lain kadar karbohidratnya rendah, kadar lemaknya berefek positif pada kesehatan jantung dan pembuluh darah, nilai proteinnya bermutu tinggi dan termasuk komplet karena daya cernanya tinggi dan kadar asam amino esensialnya lengkap.

Vitamin pada ikan pun beragam dan kandungan mineralnya tinggi serta mudah diserap oleh tubuh. Dilaporkan bahwa mineral seng (Zn), selenium, dan lainnya diperlukan dalam sistem pertahanan tubuh dalam melawan berbagai penyakit, termasuk kanker.

Manfaatnya Tergantung Pengolahan
Bermanfaat atau tidaknya berbagai zat gizi yang terkandung dalam ikan yang kita konsumsi, ternyata sangat tergantung pada cara pemilihan dan proses pengolahan. Pilihlah ikan yang segar dan kalau bisa masih hidup.

Ikan yang masih segar tampak pada dagingnya yang kenyal kalau ditekan, sisiknya yang tidak mudah lepas, dan tak berbau amis. Matanya masih bening, tidak pucat dan cekung. Ikan laut punya kadar omega-3, vitamin, dan mineral yang tinggi. Sebaliknya, ikan air tawar terutama tinggi karbohidrat dan asam lemak omega-6. Kedua jenis ikan tersebut merupakan sumber zat gizi yang bermutu. Usahakan secara bergantian mengonsumsi kedua jenis ikan tersebut agar saling melengkapi kekurangan zat gizi lainnya.

Ikan segar yang sudah dipilih tersebut, segera bersihkan dan diberi bumbu untuk dimasak sesuai selera. Apakah akan dibakar, dipepes, dibuat sup, atau bumbu kuah. Pemasakan dengan cara digoreng atau dibakar dengan olesan mentega akan meningkatkan kadar lemak, sehingga tidak disarankan untuk terlalu sering dikonsumsi.

Demikian pula terhadap ikan kalengan dan yang diawetkan seperti ikan asin. Ikan yang diawetkan umumnya telah diolah sedemikian rupa, dengan penambahan zat aditif dan pengawet yang dapat merusak nilai gizi dan kesehatan konsumennya. Oleh karena itu, batasi konsumsi ikan-ikan kalengan dan olahan tersebut.

Tentu saja untuk mendapatkan kesehatan tubuh yang prima, tidak hanya dari aspek konsumsi ikan. Harus pula didukung konsumsi beragam sayuran, buah-buahan, serealia, minuman, dan melaksanakan gaya hidup sehat: olahraga sesuai, teratur, dan terukur, selalu berpikiran positif (positive thinking), tidak merokok, minum alkohol, serta mengonsumsi obat psikotropika. (Mohamad Harli, Sarjana Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga IPB)

Prevent diabetes is important

How to prevent Diabetes has been a concern for many of us since we were kids.
In my own family, my baby cousin was born with diabetes, so she had to have shots—injected once a day by my aunt, who just happened to be a Registered Nurse. Of course, while this many years later we have sub-lingual solutions, we have different levels of Diabetes (those not requiring shots included), and we have do-it-yourself daily blood glucose testing, for those with Diabetes or those with a concern for how to prevent Diabetes from going full speed ahead into full blown stages of the disease.Besides my cousin on my mothers side having the disease, on my biological fathers side, my grandfather had it. So my emphasis has always been (as it was taught to me) how to prevent Diabetes from setting in if you are genetically prone to it but dont yet have it.Is there a surefire solution for how to prevent Diabetes, though?

Incredible


Kalau Anda melihat dua foto di bawah ini dari tempat duduk di depan komputer Anda, si Tuan Pemarah ada di sebelah kiri dan sang Nyonya Kalem di sebelah kanan.
Sekarang berdirilah dari tempat duduk Anda dan mundur kurang lebih 3 meter, dan Woooow!!!! mereka berpindah tempat !

Illusi ini diciptakan oleh Phillipe G. Schyns dan Aude Oliva dari Universitas Glasgow.

Membuktikan bahwa belum tentu apa yang kita lihat benar-benar ada di depan kita !

Rusa “Unicorn” Lahir di Italia

Seekor rusa yang terlihat di sebuah taman nasional di Italia sangat unik dengan tanduk tunggal di atas kepalanya. Pantas kalau ia diberi nama Unicorn karena memiliki ciri seperti karakter hewan yang yang hanya diketahui dari dongeng.

“Ini seperti dongeng yang menjadi kenyataan,” ujar Gilberto Tozzi, direktur Pusat Sains Nasional Prato. Sebab, Unicorn selama ini hanya dikenal sebagai hewan dalam mitologi saja. Rusa bertanduk tunggal bukan pertama kali ini dilaporkan, namun termasuk jarang yang muncul di bagian tengah kepala.Rusa tersebut merupakan salah satu rusa kembar yang lahir setahun lalu di penangkaran di Tuscan, dekat Florence. Tozzi yakin tanduk tunggal disebabkan kelainan genetika karena kembarannya tetap memiliki dua buah tanduk.

“Biasanya tanduk tunggal tumbuh di bagian pinggir daripada di tengah. Ini sepertinya kasus yang kompleks,” kata Fulvillo Fraticelli, direktur sains Kebun Binatang Roma. Ia mengatakan posisi tersebut mungkin dipicu trauma selama di dalam kandungan.

Tozzi mengatakan kejadian yang langka seperti itu pula yang mungkin melahirkan dongeng menganai Unicorn. Dalam dongeng, Unicorn berupa makhluk serupa kuda yang memiliki kekuatan super.
Karakter tersebut muncul pada legenda, cerita rakyat, dari teks kuno dan abad pertengahan hingga dongeng Harry Potter. Cerita mengenai tanduk Unicorn mungkin juga diilhami paus narwhal yang memiliki semacam taring memanjang di kepalanya.

Source: Center of Natural Sciences
Center of Natural Sciences, Prato, Italia

Obat Kanker Dari Indonesia

Penyakit Kanker Sudah Tidak Berbahaya Lagi
Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman “KELADI TIKUS” (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain.

Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. “Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa,” kata Drs. Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia.
Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo, Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia , Amerika, Inggris , Australia , Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia.

Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut. “Sebelum menjalani kemoterapi, dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan,” jelas Patoppoi.

Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati kanker. “Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysiauntuk membeli teh tersebut,” ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia , secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996. “Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut. Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang ke Indonesia ,” kenang Patoppoi sambil tersenyum. Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu.

Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata, mereka menemukan tanaman itu di sana .. Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu.

Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. “Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat,” lanjut Patoppoi. Akhirnya, dengan tekad bulat dan do’a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut.
“Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai mencari di pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan tanaman tersebut tumbuh liar di pinggir sungai,” kata Boni yang mendampingi ayahnya saat itu.

Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. “Bahkan nafsu makan ibu saya pun kembali normal,“ lanjut Boni.
Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. “Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta ,” kata Patoppoi. Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya. “Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi kepada kami,” lanjut Patoppoi.

Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidakmengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali. “Tetapi karena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternatif,” sambung Boni sambil tertawa.

Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi Dr.Teo melalui fax untuk menginformasikan bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia .. Kemudian Dr .. Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh,” sambung Patoppoi. Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam bahasa Indonesiadan disebarluaskan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan agar kedua belah pihak bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita kanker di Indonesia.

Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos,Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala,penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil menyembuhkan pasien tersebut. “Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos,” ujar Boni. Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon yang masuk. “Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang datang ke sini,” lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani, Buduran Sidoarjo.


Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi. Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya lakudijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos. Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi, karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif.
Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr. Teo secara langsung. Atas bantuan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Dr. Teo di Penang , Malaysia .. Di kantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia, Patoppoi mendapat penerangan lebih lanjut mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama Indonesia .. Ternyata saat Patoppoi mendapat buku “Cancer, Yet They Live” edisi revisi tahun 1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut, serta pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawan kanker. Dari pembicaraan mereka, Dr. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya .. Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer Care Indonesia , yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Cancer Care, yaitu di Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta , telp. 021-4894745, dan di Buduran, Sidoarjo.Cancer Care Malaysia telah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis tertentu. “Dosis yang diperlukan tergantung penyakit yang diderita,” kata Boni. Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi formulir yang menanyakan keadaan dan gejala penderita dan akan dikirimkan melalui fax ke Dr. Teo. “Formulir tersebut dapat diisi disini, dan akan kami fax-kan. Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan mengirimkan resep sekaligus obatnya, dengan harga langsung dari Malaysia , sekitar 40-60 Ringgit Malaysia ,” lanjut Boni. “Jadi pasien hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak menarik keuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa memberikan perpanjangan waktu pembayaran.” tambahnya.

Sebenarnya pengobatan ini juga didukung dan sedang dicoba oleh salah satu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker ginjal. Adadua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat sebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di Surabayaini. Pasien pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi pengobatan dengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan rambut, kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah. Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini menanganinya sendiri dan juga memberikan pil keladi tikus untuk membantuproses penyembuhan kemoterapi.

Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi dokter ini menolak untuk diekspos karena menurutnya, pengobatan ini belum resmi diteliti di Indonesia. Menurutnya, jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatanalternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai “ter-kun” atau dokter-dukun. “Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan konvensional dan modern,” kata dokter tersebut.

Banyak hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan memberikan bantuan kepada berbagai pasien. Bahkan ada pecandu berat putaw dan sabu-sabu di Surabaya , yang pada akhirnya pecandu tersebut mendapat kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker paru-paru stadium III, pasien tersebut mengkonsumsi pil dan teh dari Cancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata obat tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran darah penderita dan mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut. “Tapi, jika pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus, dia tidak boleh memakai narkoba lagi, karena pasti akan timbul resistensi. Jadi jangan seperti kebo, habis mandi berkubang lagi,” sambung Boni sambil tertawa.

Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan akibat serangan kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa sakit sudah tidak mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus, beberapa saat kemudian pasien tersebut tenang dan tidak lagi merasa kesakitan. Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas, dan hepatitis. Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan.

Green Tea

Manfaat Teh Hijau Bagi Kesehatan

Khasiat Teh Hijau bukan sekedar legenda, riset mutakhir pakar kesehatan dan gizi telah banyak membuktikan manfaat Teh Hijau bagi kesehatan. Banyak pakar memasukkan Teh Hijau sebagai “Functional Foods”, yaitu makanan yang sehat dan alami. Beberapa manfaat Teh Hijau yang dapat disarikan berdasarkan riset yang pernah dilakukan, antara lain:
1. Mencegah Kanker
Epigallocatechin Gallate merupakan senyawa aktif yang terkandung di dalam Teh Hjau, senyawa ini sangat potensial untuk menghambat aktivitas dari senyawa karsinogenik pembentuk kanker.
2. Mencegah Tekanan Darah Tinggi
Epigallocatechin Gallate juga berfungsi menghambat aktivitas ensim Angiotensin Transferase penyebab timbulnya tekanan darah tinggi.

3. Menyegarkan Tubuh
Kafeine / Tehine dari Teh Hijaumampu menstimulasi sistem saraf pusat, dan mempunyai efek menyegarkan tubuh.

4. Menangkan Kolesterol
Penimbunan lemak akibat beraksinya LDL dengan hasil samping metabolisme dapat dihambat oleh senyawa Flavonoids & Phenolic yang terdapat dalam Teh Hijau.

5. Mencegah Influensa & Mengobati Diare
Senyawa Cathecin yang terdapat pada Teh Hijau mempunyai sifat antimikroba, senyawa ini juga mampu menonaktifkan virus penyebab influenza.

6. Memperlambat Proses Penuaan
Senyawa Polyphenol dalam Teh Hijau merupakan senyawa antioksidan yang mampu menetralisir hasil samping metabolisme penyebab proses penuaan.

7. Mencegah Karies pada Gigi
Mineral Fluor (F) cukup banyak terdapat di dalam Teh Hijau, selain itu senyawa Polyphenol yang akan menghambat aktivitas bakteri mulut. Kedua hal tersebut akan mencegah timbulnya kerusakan pada gigi.

8. Mengoptimalkan Metabolisme Gula
Mineral Mangan (Mn) yang terkandung dalam Teh Hijau merupakan CO-ensim pada metabolisme gula, hal tersebut akan menjaga kita terhadap kenaikan gula dalam darah.
Budayakanlah kebiasaan minum Teh Hijau atau sering disebut Green Tea paling sedikit 3 sampai 5 cangkir per hari (kurang lebih seduhan 1 gr tiap 100 cc air mendidih) agar khasiatnya benar-benar bermanfaat bagi kesehatan kita.


Senyawa Yang Terkandung dalam Teh Hijau & Manfaatnya bagi Kesehatan
1. Cathecin
Mencegah Tumor / Kanker
Mengurangi Mutasi Genetik
Mengurangi Oksidasi Oksigen Bebas
Menurunkan Kolesterol
Mengontrol naiknya tekanan darah
Anti mikroba
Menonaktifkan virus influensa
Mencegah Halistosis (bau mulut)

2. Kafeine / Tehine
Merangsang Kesadaran
Sebagai Diuretik (memperlancar pengeluaran air seni)

3. Flavonoid
Memperkuat dinding pembuluh darah
Mencegah Halistosis (bau mulut)

4. Fluoride (F)
Pertumbuhan gigi
Mencegah Karies pada gigi

5. Mangan (Mn)
CO-Ensim metabolisme gula

6. Vitamin C
Mengurangi Stress
Mencegah Flu

7. Vitamin E
Memperlambat proses penuaan

The update of flu

Influenza dikenal sebagai flu atau salesma penyakit pernafasan yang sangat menular dan disebabkan oleh virus merupakan obat yang paling banyak dihabiskan pada saat gejala itu datang.

Virus pernapasan dapat dideteksi melalui berbagai tes terbaru yang ditawarkan adalah The proflue test, yang menganalisa dengan mengambil contoh virus influenza A, virus influenza B dan virus pernafasan gabungan A&B (RSV).


Hal ini sudah disetujui oleh badan pengawas makanan dan obat U.S Food dan hasil testnya dapat diketahui dalam waktu 2 jam. Dan penderitanya dianggap bisa menulari orang lain selama 3-4 hari sesudah gejala timbul, namun kebanyakan orang dapat sembuh dalam 2-7 hari.


Hasil penelitian Dr. Daniel Schultz pemimpin dari PDA's pusat di rencana kegiatan dan radiologi mengatakan bahwa satu dari keempat virus tersebut dapat menolong membantu menentukan rasa sakit pernafasan dan menyediakan inisiatif untuk pengobatan.

Facts of Life

Boys likeblue, girls like pink dan ada kaitan gengetik sebagai alasannya. Dalam sebuah penelitian, peneliti bertanya pada sekelompok pria dan wanita untuk melihat 1000 pasang warna di layar komputer dalam sebuah ruangan gelap. Para responden tersebut diminta untuk memilih warna yang paling mereka sukai secepat mereka mampu.

Setelah itu, para peneliti mengelompokkan hasil berdasarkan spektrum warna dan menemukan bahwa, meski pria lebih memilih warna biru, selera perempuan kini juga memilih warna pink yang agak condong ke arah biru.

Ini dipercaya mengapa wanita memilih warna pink adalah karena warna tersebut mewakili kealamian, sedangkan pria memilih warna biru karena dianggap mewakili keuniversalan. Perbedaan tersebut didasarkan pada evolusi purba dimana perempuan lebih banyak dikenalkan pada warna merah yang diasosiasikan dengan buah segar dan wajah yang sehat. Bagi pria, memikirkan warna kuranglah penting karena sebagai pemburu mereka dirancang untuk menandai benda gelap dan menembaknya.

Obesitas

Sebuah virus baru yang diketahui sebagai penyebab sel-sel induk manusia dewasa berubah menjadi sel-sel lemak dan menyebabkan obesitas. Virus yang menjadi pertanyaan ini diberi nama adenovirus-36, penyebab umum infeksi mata dan pernafasan.


Para peneliti dari Louisiana State University telah mengamati sel-sel induk dari responden dewasa yang beru saja menjalani liposuction. Separuh sel induk tersebut ditempeli adenovirus-36. Setelah seminggu, sebagian besar sel induk yang terinfeksi berkembang menjadi sel-sel lemak, dimana sel-sel yang tidak terinfeksi tidak berubah.


Penelitian terbaru menemukan bahwa orang yang mengalami obesitas lebih suka terinfeksi virus ini daripada orang yang kurus. Tentu saja, ada banyak faktor penyebab obesitas, termasuk kelebihan makan, kurangnya olahraga, genetik, metabolisme, dan sekarang, mungkin saja karena virus. Dalam jangka waktu yang panjang, vaksin anti-obesitas akan dikembangkan untuk mengatasi komponen viral ini