Agustus 23, 2008

Planet Mars Sulit Dukung Kehidupan

Peneliti planet Mars yang tergabung dalam misi wahana tak berawak, Phoenix Mars Lander, belum lama ini menemukan senyawa perklorat di tanah Planet Merah.

Ini menunjukkan bahwa Mars secara umum sulit mendukung kehidupan. Temuan ini tentu saja membuat para peneliti sedikit kecewa lantaran menganggap bahwa Mars mampu menopang kehidupan kini pupus. Perklorat, salah satu unsure yang terkandung dalam bahan bakar roket, itu terdeteksi saat Phoenix melakukan analisa kimia dengan instrument Electrochemistry and Conductivity Analyzer (MECA).

Di kawasan tersebut ditemukan sumber perklorat yang terbentuk secara alami dan dihuni oleh mikroba ekstrem yang menggunakannya sebagai sumber energy. Berdasarkan data badan pengendali lingkungan (EPA), perklorat bersifat racun yang dapat memengaruhi fungsi kelenjar thyroid dan mengganggu pertumbuhan bayi.

Temuan ini sekaligus menggugurkan analisis MECA pertma yang mengindikasikan adanya kemiripan antara tanah Mars dan tanah di bumi, termasuk pH yang menentukan kandungan mineral. “Analisis pertama menunjukkan tanah Mars mempunyai kesamaan dengan planet bumi. Analisis berikutnya menunjukkan adanya zat kimia di tanah Mars,”papar penyelidik utama Phoenix Peter Smith.

Hal sedikit berbeda disampaikan ilmuan dari Pusat Penelitian Ames milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) Richard Quinn. Dia mengungkapkan, meski mengandung perklorat, bukan berarti Mars sama sekali tidak dapat menopang kehidupan. “Kita tahu bahwa mikroba dapat hidup dengan baik dalam kondisi yang mudah terjadi oksidasi. Senyawa reaktif yang sangat mudah teroksidasi itu tidak selamanya membahayakan makhluk hidup,” kata dia.

Meski temuan perklorat cukup mengejutkan, para ilmuan tetap akan melanjutkan penelitian lebih lanjut terhadap kandungan planet Mars. Pada penelitian awal, ilmuan sempat menemukan jejak es. Ini menandakan bahwa planet berjarak 680 juta kilometer dari bumi itu memiliki kandungan mineral. Guna manjawab berbagai misteri yang belum terungkap, para ilmuan memperpanjang misi di Mars hingga 30 September mendatang.

Apalagi, semua instrument pendukung masih berfungsi dengan baik. Misi Phoenix sendiri sebelumnya hanya dicanangkan selama tiga bulan, yakni hingga akhir Agustus. Misi seharga USD 420 juta ini dikembangkan atas kerja sama NASA dan University of Arizona. Misi yang diluncurkan pada Agustus 2007 itu untuk menindaklanjuti wahana ruang angkasa Odyssey, yang pada 2002 merekam kemungkinan adanya kandungan es.

Tidak ada komentar: